Jumat, 22 Maret 2019

Gigiku (Part 3): Impaksi

Awal tahun baru 2019 aku pergi RS. Bu dokter Spesialis Bedah Mulut baru bisa ditemui siang hari karena pagi hingga siang beliau ada jadwal operasi gigi diruang operasi.

Pagi itu aku diberi surat pengantar dari poliklinik spesialis gigi dan bedah mulut untuk melakukan foto panoramik (rontgen gigi) ke radiologi. Setelah mengantri di radiologi aku diajak masuk ke ruangan yang terdapat alat rontgen dalam posisi berdiri. Aku mendapat instruksi untuk berdiri tegak lurus, kepala kayak dijepit gitu pake alat, lalu aku harus menggigit blok plastik yang sebelumnya udah dikasih plastik pelindung. Kepala nggak boleh miring, bibir menutup sembari lidah ditekan kearah langit-langit. Nggak dibolehkan gerak sampai alat tersebut berhenti berputar.

Fungsi pemeriksaan gigi panoramik (rontgen gigi) adalah untuk melihat keseluruhan tulang, rahang, dan gigi yang nggak bisa dilihat dari pemeriksaan biasa. Bisa untuk nentuin tindakan atau pengobatan yang akan dilakukan jika ada kelainan.

Hasil x-ray Gigiku
Hasil rontgen gigiku menunjukkan ada 5 gigi yang impaksi (syok dong aku, kan mikirnya cuma satu doang eh gak taunya lima). Impaksi gigi adalah terhambatnya proses erupsi gigi secara menyeluruh atau sebagian. Setelah aku pelajari sih emang aku selama ini ngalamin beberapa efek dari impaksi (efek pada orang gak selalu sama), kalo di aku sih: Sering migren, nafas bau tak sedap, beberapa kali muncul pembengkakan di area gigi dan rasa nggak nyaman saat ngunyah makanan.

Pada siang harinya saat konsul kedokter Spesialis Bedah Mulut, beliau menanyakan keluhanku, maka ku jelaskan bahwa gigiku nomor dua dari belakang sakit sudah ditambal copot terus. Menurut beliau itu disebabkan karena impaksi di gigi paling belakang  (gigi bungsu) yang miring sehingga merusak gigi depannya. Jika dibiarkan hal itu dapat merembet ke gigi-gigi lain didepannya (semacam efek domino gitu ya). Beliau pun menjadwalkan operasi, bulan Februari 2019 ini. Beliau agaknya tau aku cukup syok, maka beliau bertanya untuk operasi tidak langsung kelimanya tapi beliau menawarkan untuk dibagi dalam 2 kali operasi. Saat itu aku mengiyakan, tapi aku juga meminta untuk jika bisa gigi yang rusak karena gigi bungsuku itu untuk coba dipertahankan. Akhirnya dikonsultasikanlah dengan pak dokter Spesialis Konservasi Gigi, beliau cek dan bersedia mengusahakan untuk dipertahankan, namun jika tidak berhasil maka terpaksa dicabut.  Tindakan itu akan diupayakan setelah sembuh dari operasi. Sebelumnya maka aku dirujuk dulu ke dokter Spesialis Periodontis minggu depannya untuk melakukan perawatan terlebih dahulu. Pulang dari rumah sakit aku pun kepikiran dan mulai menimbang-nimbang untuk melakukan operasi gigi sekaligus ambil 4 atau seperti tadi dibagi 2 kali.

To be continue...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar